Kupas Tuntas Filosofi dan Praktik Kombinasi Bisnis, IAI Jawa Timur Sukses Gelar PPL PSAK 103 dan PSAK 338

Kategori Berita : Seputar IAI Jatim tayang pada Apr 30, 2026

Surabaya – Dinamika bisnis modern yang ditandai dengan maraknya aksi korporasi berupa akuisisi, merger, hingga restrukturisasi grup perusahaan menuntut para akuntan untuk memiliki pemahaman keilmuan yang mendalam dan presisi. Merespons kebutuhan tersebut, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur sukses menyelenggarakan Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) bertajuk "PSAK 338 Dalam Praktik Akuntansi Kombinasi Bisnis & Investasi" pada Rabu, 29 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung intensif sejak pukul 08.30 hingga 16.30 WIB ini dibuka secara resmi oleh Fidelis Arastyo Andono, S.E., M.M., Ph.D., Ak., CA., CSRS. selaku Sekretaris IAI Wilayah Jawa Timur. Dalam sambutannya, ditekankan bahwa akuntan saat ini tidak boleh sekadar menjadi pencatat transaksi, melainkan harus mampu menjadi analis strategis yang memahami substansi ekonomi di balik setiap aksi korporasi yang kompleks.

Filosofi Pengukuran: Nilai Wajar vs Nilai Buku

Sesi pertama menghadirkan Dr. Yie Ke Feliana, SE, M.Com., Ak., CPA, CFP®, CA, CRA., Ketua Bidang Kajian Standar Akuntansi IAI Wilayah Jawa Timur. Beliau membuka wawasan peserta dengan membedah landasan keilmuan dari Teori Pengukuran dan Penilaian (Measurement and Valuation Theory) yang membedakan PSAK 103 (Kombinasi Bisnis) dan PSAK 338 (Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali).

Dr. Yie Ke memaparkan bahwa PSAK 103 mengadopsi filosofi Fair Value (Nilai Wajar), di mana sebuah akuisisi independen mengharuskan perusahaan untuk menilai ulang seluruh aset dan liabilitas pada harga pasar saat transaksi terjadi. Sebaliknya, PSAK 338 berpijak pada nilai historis atau nilai buku tercatat. Hal ini didasari oleh prinsip "kontinuitas bisnis", di mana transaksi antar-perusahaan yang berada di bawah kendali pihak yang sama pada hakikatnya hanyalah reorganisasi legal, bukan sebuah akuisisi yang murni mengubah substansi ekonomi.

Melacak Pengendali Akhir dalam Struktur Korporasi

Lebih jauh, sesi ini juga membedah Analisis Struktur Kepemilikan (Corporate Control Analysis). Peserta diajak untuk memahami konsep Ultimate Parent (Pengendali Akhir). Keilmuan ini sangat krusial bagi auditor dan financial preparer untuk melihat melampaui dokumen hukum legal formal, guna memastikan apakah sebuah transaksi memenuhi syarat sebagai transaksi entitas sepengendali atau murni kombinasi bisnis eksternal.

Kerangka Pengambilan Keputusan (Decision Framework)

Memasuki sesi siang, diskusi aplikatif dilanjutkan oleh Drs. Anak Agung Gede Taman, Ak., CA., CPA., ASEAN CPA., Wakil Ketua Bidang Kajian Standar Akuntansi IAI Wilayah Jawa Timur. Sesi ini membawa peserta masuk ke dalam ranah Decision Science dalam pelaporan keuangan.

Beliau membekali peserta dengan "Decision Framework", sebuah kerangka berpikir sistematis untuk memitigasi risiko salah klasifikasi standar. Mengingat batas antara penerapan PSAK 103 dan 338 sering kali berada di "area abu-abu", kerangka ini melatih professional judgment akuntan dalam mengevaluasi karakteristik unik dari setiap skema kombinasi bisnis.

Implikasi Laporan Keuangan: Goodwill vs SNTRES

Diskusi semakin mengerucut pada dampak analisis laporan keuangan (Financial Statement Analysis). Drs. Anak Agung Gede Taman menyoroti perbedaan perlakuan akuntansi yang berdampak masif terhadap ekuitas dan laba rugi perusahaan. Pada PSAK 103, selisih nilai transaksi akan melahirkan Goodwill—aset takberwujud yang mewajibkan perusahaan melakukan uji penurunan nilai (impairment test) berbasis proyeksi arus kas secara berkala.

Sementara itu, pada PSAK 338, selisih transaksi dibukukan sebagai Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali (SNTRES) yang langsung diklasifikasikan ke dalam komponen ekuitas tanpa melalui laba rugi. Hal ini, ditambah dengan metode pooling of interests yang menyajikan kembali laporan keuangan periode komparatif seolah-olah entitas sudah bergabung sejak awal, akan sangat memengaruhi pembacaan rasio solvabilitas dan rentabilitas oleh para analis pasar modal.

Ditutup dengan pembedahan studi kasus komprehensif, PPL ini berhasil memberikan jembatan antara kedalaman teori akademis dan kerumitan praktik di lapangan. Melalui kegiatan ini, IAI Wilayah Jawa Timur terus mengukuhkan perannya dalam mencetak profesional akuntan yang andal, analitis, dan memiliki integritas tinggi dalam menyajikan informasi keuangan yang relevan dan reliable bagi publik.


Bagikan artikel ini :