
Surabaya – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Timur melalui Bidang Akuntan Kantor Jasa Akuntansi (KJA) sukses menyelenggarakan kegiatan Halalbihalal dan Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) secara daring pada Sabtu (18/04). Kegiatan yang berlangsung melalui platform Zoom Meeting ini diikuti oleh 54 peserta yang terdiri dari para pimpinan KJA beserta staf dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Acara diawali dengan sambutan dari Sekretaris IAI Wilayah Jawa Timur, Fidelis Arastyo Andono, SE., MM., Ph.D., Ak., CA., CSRS., serta Ketua Bidang Akuntan KJA IAI Wilayah Jawa Timur, Achmad Indah Arifuddin, SE., MM., Ak., CA., ASEAN CPA. Dalam pembukaannya, ditekankan bahwa momentum Idul Fitri harus menjadi pijakan untuk mempererat sinergi antar-praktisi sekaligus menjadi titik balik peningkatan standar profesionalisme di tengah tantangan industri yang kian dinamis.
Kesehatan Mental dan Etika Hablum Minannas Mengusung tema spiritualitas, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah Idul Fitri 1447 H bertajuk “Kesehatan Mental Islami dan Merawat Hablum Minannas” oleh Prof. Dr. Kautsar Riza Salman, SE., MSA., Ak., CA., BKP., SAS. Dalam paparannya, beliau mengingatkan bahwa kesuksesan seorang akuntan tidak hanya diukur dari kecakapan angka, tetapi juga dari kesehatan mental yang stabil serta kemampuan menjaga hubungan baik antar-manusia. Nilai-nilai Islami ini dipandang krusial dalam membangun etika kerja dan kepercayaan (trust) di dunia profesional.
Transformasi Digital: Strategi Marketing KJA 2026 Memasuki sesi inti PPL, Cindy Mintauli Boru Sibarani, SE., M.Sc., Ak., CTT., CA. memaparkan materi strategis mengenai “Strategi Marketing KJA 2026”. Dipandu oleh Isnan Murdiansyah, SE., MSA., Ak., CA., ACPA., CTA., ASEAN CPA. sebagai moderator, sesi ini menyoroti pergeseran masif pola pencarian klien dari metode konvensional ke ranah digital.
Peserta dibekali wawasan bahwa cara-cara lama seperti sekadar mengandalkan referensi door-to-door sudah harus mulai ditinggalkan. Sebagai gantinya, pimpinan KJA didorong untuk memperkuat personal branding melalui media sosial, optimasi niche layanan, hingga pemanfaatan konten edukatif untuk menjaring klien potensial. Strategi pemasaran digital ini dipandang sebagai instrumen vital bagi KJA untuk tetap relevan dan kompetitif di tahun 2026.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui agenda rutin ini, IAI Wilayah Jawa Timur berkomitmen untuk terus mendampingi para praktisi KJA agar tidak hanya unggul secara teknis perpajakan dan akuntansi, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan strategi manajemen bisnis modern.
